Long life education

Long life education

Selasa, 21 Januari 2025

sains tehnologi masyarakat

BAB 1
PENDAHULUAN


A.Latar Belakang

Hampir semua kehidupan manusia berhubungan dengan sains dan teknologi.semua hal yang dulu dikerjakan secara manual kini dikerjakan serba mekanik dan berteknologi.Hadirnya sains dan teknologi mendorong kinerja dan produktifitas menjadi lebih baik.Sekalipun tidak semua pekerjaan dapat digantikan oleh teknologi.
Pembelajaran adalah proses interaksi yang dilakukan guru dan siswa, di dalam maupun di luar kelas dengan menggunakan berbagai sumber belajar sebagai bahan kajian. Pembelajaran bertujuan untuk menguraikan sesuatu bahan/materi supaya mudah diajarkan dan diterima para siswa.Dengan dukungan sains teknologi seperti sekarang ini, guru sangat terbantu dalam menjelaskan hal-hal yang dulu dipandang rumit dan susah dicerna oleh siswa.
Bobot dan kualitas guru juga sangat menentukan keberhasilan interaksi pembelajaran berbasis sains teknologi. Sebab, supaya siswa dapat memahami materi yang disampaikan guru dengan mudah, ia perlu mempersiapkan dan mengusai teknik, pendekatan dan metode pembelajaran yang cocok untuk materi yang telah diolah secara sistematis dan realistis. Ketepatan antara sains teknologi dan materi yang diajarkan juga harus selaras dan mendukung keduanya.
Pembelajaran yang berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial dan alam atau eksak tentu sangat terbantu dengan kehadiran teknologi tetapi perlu pengujian langsung secara tepat, dan itu hanya bisa menggunakan teknologi.


B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Sains, Teknologi dan Masyarakat?
2. Apakah tujuan pendekatan STM?
3. Dalm hal apa saja STM dapat berguna?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memenuhi tugas Ilmu Alamiah Dasar.
2. Sebagai media belajar melalui makalah.













BAB II
PEMBAHASAN

A.Sains, Teknologi dan Masyarakat
Sains teknologi masyarakat (STM) yang diterjemahkan dari akronim bahasa Inggris STS (Science-technology-society) adalah sebuah gerakan pembaharuan dalam pendidikan IPA. Pembaharuan ini menjadi bagian yang penting dalam pengembangan pembelajaran di era sekarang ini. Pandangan terebut senada dengan pendapat NC State University (2006), bahwa STM merupakan an interdisciplinary field of study that seeks to explore a understand the many ways that science and technology shape culture, values, and institution, and how such factors shape science and technology.STM dengan demikian adalah sebuah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sains dan teknologi masuk dan merubah proses-proses sosial di masyarakat, dan bagaimana situasi social mempengaruhi perkembangan sains dan teknologi.
Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan terjemahan dari Science Teknologi-Society (STS), yaitu suatu usaha untuk menyajikan IPA dengan mempergunakan masalah-masalah didunia nyata. Sains Teknologi Masyarakat adalah suatu pendekatan yang mencangkup seluruh aspek pendidikan yaitu, topik masalah yang akan dieksplorasi, strategi pembelajaran, evaluasi dan persiapan/kinerja guru. (Rumansyah dan Irhasyuarna, 2003).
Menurut Galib, L. M. (2002), bahwa pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) adalah belajar dan mengajarkan sains dan teknologi dalam konteks pengalaman manusia. Pendekatan sains teknologi masyarakat cocok untuk mengintegrasikan domain konsep, keterampilan proses, kreativitas, sikap, nilai-nilai, penerapan dan keterkaitan antar bidang studi (kurikulum) dalam pembelajaran dan penilaian pendidikan sains. Jadi pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) menekankan pada konteks pembelajaran dan beraneka ragam hasil belajar.
Sains Teknologi Masyarakat adalah suatu pendekatan yang mencangkup seluruh aspek pendidikan yaitu, topik masalah yang akan dieksplorasi, strategi pembelajaran, evaluasi dan persiapan/kinerja guru. Tujuan utama pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang memepunyai bekal pengetahuan yang cukup, sehingga mampu mengambil keputusan tentang masalah-masalah penting dalam masyarakat dan dapat mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang di ambilnya (Rumansyah dan Irhasyuarna, 2003).

Salah satu ciri utama pendekatan Sains Teknologi Masrakat (STM) adalah mempelajari isi kurikulum dengan bertitik tolak dari masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kehidupan sehari-hari yang mengandung komponem ssains dan teknologi. Dengan kata lain, dalam pembelajaran biologi dengan pendekatan STM, siswa berpartisipasi langsung dan pro-aktif dalam upaya pemecahan masalah-masalah yang sedang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari (Galib, L. M., 2002).
Pendekatan sain teknologi masyarakat (STM) memiliki karakteristik sebagai berikut: Identifikasi masalah oleh siswa didalam masyarakat yang mempunyai dampak negative, mempergunakan masalah yang ada di dalam masyarakat yang ditemukan siswa yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan alam sebagai wahana untuk menyampaikan pokok bahasan, menggunakan sumber daya yang terdapat dalam masyarakat baik materi, manusia sebagai nara sumber dan informasi ilmiah dan informasi teknologi yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan masalah nyata di kehidupan sehari-hari. Selain itu, dapat meningkatkan kesadaran siswa akan adanya dampak ilmu pengetahuan alam dan teknologi, memperluas wawasan siswa mengenai ilmu pengetahuan alam lebih dari sesuatu yang perlu dikuasai untuk lulusan ujian tes semata, mengikut sertakan siswa untuk mencari informasi ilmiah dan informasi teknologi yang diterapkan dalam pemecahan masalah nyata yang diangkat dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Hadiat (1994), kedudukan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dalam kurikulum sebagai berikut:
1) Menyempurnakan penyampaian kurikulum khususnya IPA.
2) Memungkinkan siswa memperoleh kemudahan dalam memahami bahan pekajaran.
3) Meningkatkan kebermaknaan pembelajaran IPA bagi siswa.
4) Meningkatkan kemampuan intelektual siswa dan daya piker positif, kritis dan logis.
5) Merupakan bahan pengajaran yang utuh antara kegiatan intra dan ekstra kurikuler.
6) Meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan masyarakat.
B. Tujuan pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM)
Tujuan utama pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) ini adalah untuk menghasilkan lulusan yang memepunyai bekal pengetahuan yang cukup, sehingga mampu mengambil keputusan tentang masalah-masalah penting dalam masyarakat dan dapat mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang di ambilnya (Rumansyah dan Irhasyuarna, 2003).
Berdasarkan pengertian STM sebagaimana diungkapkan dibagian sebelumnya, maka dapat diungkapkan bahwa yang menjadi tujuan pendekatan STM secara umum sebagaiman dungkapkan oleh Rumnsyah (2006) adalah agar para peserta didik mempunyai bekal pengetahuan yang cukup sehingga ia mampu mengambil keputusan penting tentang masalah-masalah dalam masyarakat dan sekaligus dapat mengambil tindakan sehubungan dengan keputusan yang diambilnya.
Pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) sesuai dengan salah satu tujuan pembelajaran IPA yaitu terbentuknya sifat ilmiah pada peserta didik, terdapat empat sikap yang tergolong sikap ilmiah, yaitu sikap, ingin tahu, berpikir original, berpikir kritis dan tekun. Proses IPA mempunyai hubungan yang sangat erat dengan perkembangan kognitif, kreatif dan daya nalar peserta didik (Karso, 1995).
Menurut Penn state (2006) dan NC State University (2006) bahwa tujuan dari pada STM scara garis besar adalah:
1) Peserta didik mampu menghubungkan realitas social dengan topic pembelajaran di dalam kelas.
2) Peserta didik mampu menggunakan berbagai jalan/ perspektif untuk mensikapi berbagai isu/ situasi yang berkembang di masyarakat berdasarkan pandangan ilmiah.
3) Peserta didik mampu menjadikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki tanggung jawab social.
Menurut Nurohman (2010) STM dikembangkan dengan tujuan agar :
1. Peserta didik mampu menghubungkan realitas sosial dengan topik pembelajaran di dalam kelas.
2. Peserta didik mampu menggunakan berbagai jalan/ perspektif untuk mensikapi berbagai isu/ situasi yang berkembang di masyarakat berdasarkan pandangan ilmiah.
3. Peserta didik mampu menjadikan dirinya sebagai warga masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.
Salah satu hakekat pendidikan adalah proses mengarahkan anak pada pertumbuhan yang makin sempurna. Melalui pendidikan anak diharapkan dapat diarahkan secara terprogram untuk mencapai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tertentu demi tugas-tugas profesional dan hidup. Dalam hal ini, pendidikan mengarahkan anak pada hal yang bersifat occupation-oriented atau training for life.
Pendidikan sains memiliki peran yang penting dalam menyiapkan anak memasuki dunia kehidupannya. Sains pada hakekatnya merupakan sebuah produk dan proses. Produk sains meliputi fakta, konsep, prinsip, teori dan hukum.
Sedangkan proses sains meliputi cara-cara memperoleh, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan yang mencakup cara kerja, cara berfikir, cara memecahkan masalah, dan cara bersikap. Oleh karena itu, sains dirumuskan secara sistematis, terutama didasarkan atas pengamatan eksperimen dan induksi.
Sains melandasi perkembangan teknologi, sedangkan teknologi menunjang perkembangan sains. Sains terutama digunakan untuk aktivitas discovery dalam upaya memperoleh penjelasan tentang objek dan fenomena alam serta untuk aktivitas invention (penemuan) berupa rumus-rumus. Sedangkan teknologi merupakan aplikasi sains yang terutama dalam kegiatan invention, berupa alat-alat atau barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, pengembangan sains tidak selalu dikaitkan dengan aspek kebutuhan masyarakat, sedangkan pengembangan teknologi selalu dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian sains, teknologi dan masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan. Sehingga kompetensi peserta didik harus disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

C.Kegunaan STM didunia pendidikan,teknologi dan masyarakat.
Kita akan melihat contoh-contoh teknologi ini pada fokus pengembangan iptek nasional:
1.Pangan
Pola konsumsi paling ramah lingkungan adalah vegetarian. Dari bahan nabati yang sama, bila dikonsumsi langsung, manusia mendapatkan tujuh kali lipat nutrisi daripada jika bahan nabati itu digunakan untuk pakan ternak yang lalu dikonsumsi dagingnya.
Dapur modern yang rendah pemakaian energi (misalnya oven microwave) juga mestinya lebih ramah lingkungan. Demikian juga lemari pendingin yang bebas CFC. CFC adalah perusak lapisan ozon di atmosfir.
Masalah pangan juga terkait erat dengan sampah. Makanan kemasan memang praktis, tahan lama dan punya kelebihan dalam marketing. Namun banyak kemasan yang sebenarnya berlebihan dan tidak ramah lingkungan.
Saat ini sampah terbesar memang dari sektor pangan. Teknologi pengolah sampah, baik dari sisi pemisahan, daur ulang dan penghancuran jelas sangat diperlukan ketika volume sampah makin besar. Namun tentu lebih baik jika sampah ini dapat dihindari dengan mengubah pola kemasan pangan ke wadah pakai ulang. Dalam hal ini, teknologi bioproses untuk menghancurkan sampah dapat dipandang lebih ramah lingkungan daripada teknologi kimia.
Bioteknologi termasuk yang sangat diharapkan membantu menemukan bibit unggul tahan hama dan kekeringan yang pada lahan yang sama dapat menghasilkan pangan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Namun berbagai manipulasi transgenik membuat ketakutan tersendiri akan munculnya spesies baru yang justru dalam jangka panjang tidak ramah lingkungan.
2.Energi
Energi matahari adalah energi yang terramah lingkungan. Dibanding dengan mesin pengering, mengeringkan cucian di terik matahari itu ramah lingkungan, hanya perlu didesain saja jemuran yang praktis dan tidak membuat kesan kumuh. Demikian juga memanaskan air untuk mandi dengan menjemur air. Kalau dalam jumlah besar dan untuk disimpan memang perlu solar-collector lengkap dengan tankinya. Teknologinya sebenarnya sederhana dan murah, namun bisa cukup menghemat listrik atau gas, terutama untuk dunia perhotelan.
Dengan sistem ventilasi yang benar, desain gedung-gedung kita bisa menghemat penerangan maupun pendingin udara. Apalagi jika gaya pakaian kita menyesuaikan. Di Indonesia ini gaya busana yang latah meniru penjajah: untuk acara resmi kita pakai jas dan dasi, lantas agar tidak kegerahan, kita setel AC yang “sedingin kutub”, seakan kita memelihara pinguin di sana. Kita perlu berkaca dengan rekan-rekan kita sesama daerah tropis seperti Thailand atau Filipina, yang mengatur seragam dinas pegawai berupa T-shirt berkerah!
Di Jerman dan Jepang yang kesadaran lingkungan sudah tinggi banyak dikembangkan eco-house yang memadukan berbagai fungsi rumah secara maksimal. Dinding luar berselimut tanaman rambat. Atap berlapis solar panel. Aliran air dan udara dipikir masak-masak, misalnya air pemanas ruangan dapat dipakai mandi dan limbahnya dipakai menggelontor tinja. Septic-tank menghasilkan gas methan yang dapat dipakai menambah energi untuk dapur.
Rumah sakit di Berlin Jerman yang berselimut tanaman.
Indikator solar cell pada sebuah kantor di Kobe, Jepang. Solar cell mengirim 0,59 KW/m2
Solar panel terbesar di dunia, proyek GAIA di Jepang
Dulu, energi nuklir pernah dipandang sebagai energi ramah lingkungan, karena tidak menghasilkan emisi. Namun pendapat ini kini telah berubah. PLTN mensisakan masalah transportasi bahan nuklir dan tempat pembuangan limbah akhir yang sangat berresiko tinggi bagi lingkungan.
Yang kini digalakkan adalah teknologi biofuel dengan primadona micro-algae yang berpotensi menghasilkan 58.000 liter minyak/hektar (10x sawit). Sayang teknologinya masih disimpan negara maju, padahal Indonesia yang tropis dan banyak laut sangat berpotensi mengembangkannya.
3.Transportasi
Alat transportasi paling ramah lingkungan tentu saja adalah sepeda! Sudah banyak dikembangkan sepeda yang sangat efisien dari sisi energi, bahkan ada yang memiliki solar panel untuk menyerap energi matahari. Sepeda semacam ini dapat digunakan menempuh jarak ribuan kilometer.
Untuk beban yang sedikit berat di medan yang datar, becak dan pedati sebenarnya juga ramah lingkungan. Namun untuk jarak jauh dan beban raksasa, tentu saja kereta listrik lebih ramah lingkungan. Listriknya bisa dibangkitkan terpusat pada Pusat Listrik Tenaga Air, Panas Bumi atau sejenisnya. Kendaraan umum seperti bus juga lebih ramah lingkungan dibanding mobil pribadi. Lebih ramah lagi jika menggunakan baterei listrik. Di Swiss sudah 20 tahun digunakan bus listrik dengan baterei berupa gandengan kecil, yang jika mendekati kosong gampang diganti dengan yang penuh, sambil menunggu yang kosong diisi ulang.
Untuk transportasi individual bermesin, mobil listrik lebih ramah lingkungan dibanding mobil biasa. Masalahnya, kapasitas baterei dalam menyimpan energi saat ini masih belum sebanyak bensin pada berat yang sama. Nilai optimal baterei ini baru akan tercapai kalau menggunakan sel bahan bakar (fuel-cell), di mana energi disimpan dalam air yang dipisahkan (elektrolisa) ke hidrogen dan oksigen. Reaksi hidrogen-oksigen akan menghasilkan energi sangat besar dengan limbah kembali berupa air. Namun teknologi fuel cell saat ini masih sangat mahal (belum layak pasar).

Saat ini, mobil listrik baru dipakai secara terbatas di bandara atau rumah sakit. Namun beberapa industri mobil sudah meluncurkan mobil hybrid (misalnya Toyota Prios), yang berpenggerak listrik dan bensin. Saat macet, mesin listrik yang bekerja. Saat kecepatan optimal, mesin bensin akan mengambil alih. Jika diperlambat, energi mesin bensin dipakai untuk mengisi baterei.
Pada level sederhana, banyak inovasi juga dapat digunakan pada kendaraan biasa. Misalnya alat tambahan yang dapat dipasang untuk mengoptimalkan pembakaran. Pabrik mobil juga berlomba mengembangkan “3-liter-cars” – mobil yang dengan 3 liter bensin dapat menempuh jarak 100 Km.
Di laut juga dikembangkan kapal modern yang lebih ramah lingkungan, yakni yang menggunakan mesin dan sekaligus layar mekanis! Layar ini dapat dikembangkan otomatis jika arah dan kecepatan angin menguntungkan. Penggunaan energi angin dapat menghemat bahan bakar hingga 50%.
Teknologi energi dan transportasi yang ramah lingkungan termasuk yang saat ini paling dilindungi oleh industri negara maju dan karenanya paling mahal.
kapal modern dengan layar mekanis
4.Informasi dan Komunikasi
Komunikasi elektronik adalah sangat ramah lingkungan jika diterapkan dengan tepat. Telekomunikasi akan mengurangi kebutuhan transportasi, berarti hemat energi. Informasi juga dapat disebarkan tanpa kertas (paperless) sehingga mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang.
Teknologi kertas daur ulang juga termasuk bagian upaya ramah lingkungan di sektor informasi. Dalam hal ini, tinggal menunggu kesadaran para penerbit. Jika di Indonesia, para penerbit justru berlomba menggunakan kertas yang putih agar terkesan lux, di luar negeri getol dikembangkan kertas daur ulang. Konon untuk mencetak novel Harry Potter 7, sampai dikembangkan 32 jenis baru kertas daur ulang. Penerbit di Kanada menggunakan kertas daur ulang 100%, sementara di Amerika baru 30%. Upaya ini sudah membuat edisi bahasa Inggris novel ini menghemat penebangan hampir 200 ribu pohon dan 8 juta kg gas rumah kaca.








BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
STM adalah sebuah pendekatan yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sains dan teknologi masuk dan merubah proses-proses sosial di masyarakat, dan bagaimana situasi sosial mempengaruhi perkembangan sains dan teknologi.
Pendekatan STM pada hakekatnya juga dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara kemajuan iptek, membanjirnya informasi ilmiah dalam dunia pendidikan, dan nilai-nilai iptek itu sendiri dalam kehidupan siswa sehari-hari sebagai anggota masyarakat. pembelajaran menggunakan sains teknologi masyarakat diharapkan lebih menyadari manfaat yang telah dipelajarinya bagi lingkungannya
B. Saran
1. Gunakanlah teknologi dengan bijaksana.
2. Manfaatkanlah Sains dengan sebaik-baiknya.






DAFTAR PUSTAKA
http://meetabied.wordpress.com/2010/07/03/tinjauan-umum-pendekatan-sains-teknologi-masyarakat-stm/
http://famhar.multiply.com/journal/item/103