Membaca Cerita Rakyat
Membaca Cerita Rakyat
Coba, bacalah cerita rakyat berikut dan pahamilah isinya!
Pan Kasim dengan Ular
Pan Kasim orang miskin. Ia tinggal bersama istrinya di sebuah gubuk reyot. Walaupun demikian,Pan Kasim tetap tawakal. Sehari-hari, ia bekerja mencari kayu bakar di hutan.
Pada suatu hari, Pan Kasim mencari kayu bakar di hutan. Ia menemukan lubang yang di atasnya tertutup rapat oleh pokok pohon yang baru tumbang. Dari dalam lubang itu,terdengar suara meratap. “Hai, Pan Kasim, tolonglah singkirkan batang kayu yang merintangi tempat kediamanku ini.”
Pan Kasim amat kaget ketika melihat bahwa yang berbicara itu adalah seekor ular besar. Pan Kasim tidak berani mendekat. Ia amat takut. Setelah dipikir-pikir, akhirnya, ia memberanikan diri untuk melakukannya, apalagi setelah ular itu kembali berkata ,“Pan Kasim, janganlah engkau takut kepadaku. Tolonglah aku,....Pan Kasim.”
Pan Kasim pun menyingkirkan kayu besar itu. Setelah kayu besar itu disingkirkan, sang ular menanyakan apa yang menjadi keinginan Pan Kasim sebagai upah pertolongannya.
“Sang Ular, saya sudah lama hidup menderita. Kini, saya ingin menjadi orang kaya, orang yang berkecukupan,” kata Pan Kasim.
“Pan Kasim, engkau akan menjadi orang kaya dan berkecukupan. Sekarang pulanglah segera,”kata Ular.
Setiba di rumah, Pan Kasim terkejut karena rumahnya telah berubah menjadi rumah mewah. Istrinya menyambutnya dengan pakainan yang indah-indah sebagai layaknya orang kaya.
Mula-mula, Pan Kasim dan istrinya merasa puas dengan kehidupan mereka itu.Akan tetapi, kemudian mereka iri kepada Raja, yang hidupnya melebihi mereka. Mereka pun ingin hidup seperti Raja.
Atas desakan istrinya, Pan Kasim segera pergi menemui ular di dalam hutan.Pan Kasim memohon agar ia menjadi raja.
“Jika itu pintamu, Pan Kasim, sekarang engkau menjadi raja,” kata Ular.
Seperti sebelumnya, mula-mula Pan Kasim dan istrinya merasa sangat bahagia karena menjadi raja. Akan tetapi, kemudian mereka pun mulai bosan. Istrinya mulai merengek lagi. Ia ingin menjadi matahari.Karena ingin menuruti permintaan istrinya, Pan Kasim pergi kehutan lagi. Ia menemui sang Ular. Ia memohon agar dijadikan matahari karena menurutnya matahari lebih berkuasa dari pada raja.
Mendengar permintaan ini, Ular menjadi sangat murka . Permintaannya itu bukan saja ditolak, tetapi Pan Kasim dan istrinya dikembalikan menjadi miskin seperti semula.
(James Danandjaya, Cerita Rakyat dari Bali, PT Gramedia Widya sarana , 1993)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar